Seorang pria asal desa tapak'an jatim tega berbuat hal tidak senonoh terhadap putri kandungnya sendiri.
Vidio https://aceimg.com/upload/?f=hdZ6qsWLa.mp4
Bonus https://aceimg.com/upload/?f=SW0tpW1lC.mp4
TAPAK’AN — Seorang pria asal Desa Tapak’an, Jawa Timur, diamankan oleh pihak kepolisian setelah menjadi sasaran amuk massa warga setempat pada Sabtu (6/6).
Tindakan main hakim sendiri tersebut dipicu oleh kekesalan warga setelah mendapati pelaku diduga telah melakukan kekerasan seksual terhadap kedua putri kandungnya selama satu tahun terakhir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para saksi di lokasi kejadian, peristiwa ini terungkap pada Sabtu malam ketika warga sekitar mendengar suara jeritan histeris dari dalam rumah pelaku.
Khawatir terjadi situasi darurat, warga berbondong-bondong mendatangi sumber suara. Di lokasi tersebut, masyarakat menemukan kedua korban dalam kondisi menangis dan mengalami trauma berat.
Saat dimintai keterangan oleh warga, kedua korban mengaku sudah tidak sanggup lagi menerima perlakuan menyimpang dari ayah kandung mereka sendiri.
Menurut kesaksian sejumlah tetangga yang sempat mengonfirmasi langsung kepada korban, pelaku diduga kerap memaksa dan meminta jatah hubungan layaknya suami istri sebanyak tiga kali dalam seminggu.
Aksi bejat tersebut dilaporkan telah berlangsung secara konsisten selama setahun penuh di bawah ancaman.
Mendengar pengakuan pilu tersebut, ketegangan di lokasi kejadian langsung memuncak.
Warga yang tersulut emosi spontan melayangkan aksi main hakim sendiri hingga menyebabkan pelaku mengalami luka-luka serius dan pendarahan di bagian kepala.
Situasi baru dapat dikendalikan setelah aparat keamanan tiba di lokasi untuk meredam amarah massa.
Petugas langsung mengamankan pelaku dari amukan yang lebih parah dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis, sebelum akhirnya dijebloskan ke sel tahanan.
Saat ini, kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur tersebut telah ditangani secara resmi oleh pihak kepolisian setempat.
Petugas juga tengah melakukan pendampingan psikologis terhadap kedua korban guna memulihkan trauma mendalam yang mereka alami.




Posting Komentar